FERTILISASI

Pengetahuan yang sangat menakjubkan tentang perkembangan bayi manusia dari konsepsi hingga lahir merupakan hal yang esensial bagi bidan yang akan memberikan asuhan kebidanan pada ibu dan anak. Bidan menggunakan pengetahuan ini untuk dapat memberikan konseling dan pengajaran kepada para orang tua tentang perkembangan bayinya, asuhan kebidanan pada orang tua dan bayinya serta penyegaran bagi dirinya sendiri.

Pengetahuan akan menghilangkan rasa kekhawatiran orang tua tentang bayinya sebelum lahir. Ia mungkin mendengar cerita-cerita yang mengerikan dari ibu-ibu yang sudah tua misalnya tentang hal-hal yang dapat membahayakan bila

ibu hamil melilitkan kain ke lehernya akan menyebabkan bayinya terlilit talipusat. Kekhawatiran seperti ini dapat dihilangkan dengan memberikan informasi yang akurat ilmiah, sederhana, dan positif tentang perkembangan bayinya.

Calon orang tua yang sudah maju akan mengikuti perkembangan dan ukuran janin mereka. Mereka akan membayangkan tentang plasenta, tentang tali pusat, kapan ibu ”merasakan bayinya bergerak”, bagaiman janin ”bernafas”, dan banyak lagi. Pertanyaan-pertanyaan ini tidak disebabkan rasa khawatir tetapi rasa keingintahuan, bidan harus mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara sederhana dan jelas. Terkadang bidan juga ditanyakan berapa umur janin yang dilahirkan.

Bidan harus mengetahui tentang perkembangan normal janin sehingga kita akan mengetahui bila ada gejala-gejala yang abnormal, misalnya terjadi perubahan pada pola gerakan janin karena dalam kondisi gawat janin, asuhan yang berbeda untuk bayi prematur dan matur, dan lain-lain.
FERTILISASI

Fertilisasi merupakan suatu proses awal terbentuknya suatu kehamilan. Proses ini berlanjut dengan pembelahan sampai terjadinya implantasi, yaitu sekitar 6 hari setelah fertilisasi. Sesorang dapat dinyatakan hamil apabila hasil konsepsi tertanam di dalam rahim ibu, yang biasa disebut dengan kehamilan intra uterin. Jika hasil konsepsi tertanam di luar rahim, hal itu disebut kehamilan ekstra uterin. Apabila fertilisasi, proses pembelahan dan nidasi tidak berlangsung baik, hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya abortus ataupun kelainan pada bayi. Sehingga fertilisasi merupakan tonggak awal penciptaan seorang manusia.

Fertilisasi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani / sperma dengan sel telur di tuba falopii. Pada saat kopulasi antara pria dan wanita (sanggama / coitus), dengan ejakulasi sperma dari saluran reproduksi pria di dalam vagina wanita, akan dilepaskan cairan mani yang berisi sel – sel sperma ke dalam saluran reproduksi wanita.

Jika sanggama terjadi dalam sekitar masa ovulasi (disebut ”masa subur” wanita), maka ada kemungkinan sel sperma dalam saluran reproduksi wanita akan bertemu dengan sel telur wanita yang baru dikeluarkan pada saat ovulasi.
Untuk menentukan masa subur, dipakai 3 patokan, yaitu :
1.Ovulasi terjadi 14± 2 hari sebelum haid yang akan datang
2. Sperma dapat hidup & membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi
3. Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi
Pertemuan / penyatuan sel sperma dengan sel telur inilah yang disebut
sebagai pembuahan atau fertilisasi.
Dalam keadaan normal in vivo, pembuahan terjadi di daerah tuba
falopii umumnya di daerah ampula / infundibulum.
Perkembangan teknologi kini memungkinkan penatalaksanaan kasus
infertilitas (tidak bisa mempunyai anak ) dengan cara mengambil oosit wanita dan dibuahi dengan sperma pria di luar tubuh, kemudian setelah terbentuk embrio, embrio tersebut dimasukkan kembali ke dalam rahim untuk pertumbuhan selanjutnya. Teknik ini disebut sebagai pembuahan in vitro (in vitro fertilization – IVF) – dalam istilah awam bayi tabung.
PROSES FERTILISASI

Spermatozoa bergerak cepat dari vagina ke dalam rahim, masuk ke dalam tuba. Gerakan ini mungkin dipengaruhi juga oleh peranan kontaksi miometrium dan dinding tuba yang juga terjadi saat sanggama.

Ovum yang dikeluarkan oleh ovarium, ditangkap oleh fimbrae dengan umbai pada ujung proksimalnya dan dibawa ke dalam tuba falopii. Ovum yang dikelilingi oleh perivitelina, diselubungi oleh bahan opak setebal 5–10 µm, yang disebut zona pelusida. Sekali ovum sudah dikeluarkan, folikel akan mengempis dan berubah menjadi kuning, membentuk korpus luteum. Sekarang ovum siap dibuahi apabila sperma mencapainya.

Dari 60 – 100 juta sperma yang diejakulasikan ke dalam vagina pada saat ovulasi, beberapa juta berhasil menerobos saluran heliks di dalam mukus serviks dan mencapai rongga uterus beberapa ratus sperma dapat melewati pintu masuk tuba falopii yang sempit dan beberapa diantaranya dapat bertahan hidup sampai mencapai ovum di ujung fimbrae tuba fallopii. Hal ini disebabkan karena selama beberapa jam, protein plasma dan likoprotein yang berada dalam cairan mani diluruhkan. Reaksi ini disebut reaksi kapasitasi. Setelah reaksi kapasitasi, sperma mengalami reaksi akrosom, terjadi setelah sperma dekat dengan oosit. Sel sperma yang telah menjalani kapasitasi akan terpengaruh oleh zat – zat dari korona radiata ovum, sehingga isi akrosom dari daerah kepala sperma akan terlepas dan berkontak dengan lapisan korona radiata. Pada saat ini dilepaskan hialuronidase yang dapat melarutkan korona radiata, trypsine – like agent dan lysine – zone yang dapat melarutkan dan membantu sperma melewati zona pelusida untuk mencapai ovum.
Hanya satu sperma yang memiliki kemampuan untuk membuahi, karena sperma tersebut memiliki konsentrasi DNA yang tinggi di nukleusnya, dan kaputnya lebih mudah menembus karena diduga dapat melepaskan hialuronidase. Sekali sebuah spermatozoa menyentuh zona pelusida, terjadi perlekatan yang kuat dan penembusan yang sangat cepat. Setelah itu terjadi reaksi khusus di zona pelusida (zone reaction) yang bertujuan mencegah terjadinya penembusan lagi oleh sperma lainnya. Dengan demikian, sangat jarang sekali terjadi penembusan zona oleh lebih dari satu sperma.

Pada saat sperma mencapai oosit, terjadi :
1.Reaksi zona / reaksi kortikal pada selaput zona pelusida
2.Oosit menyelesaikan pembelahan miosis keduanya, menghasilkan oosit

definitif yang kemudian menjadi pronukleus wanita
3.Inti sperma membesar membentuk pronukleus pria.
4.Ekor sel sperma terlepas dan berdegenerasi.
5.Pronukleus pria dan wanita. Masing – masing haploid, bersatu dan
membentuk zygot yang memiliki jumlah DNA genap / diploid.

Keterangan :
A, B, C dan D
: Ovum dengan korona radiata
E
: Ovum dimasuki spermatozoa
F dan G
: Pembentukan benda kutub kedua dan akan bersatunya
kedua pronukleus yang haploid untuk menjadi zigot
Hasil utama pembuahan :

1. Penggenapan kembali jumlah kromosom dari penggabungan dua paruh haploid dari ayah dan dari ibu menjadi suatu bakal baru dengan jumlah kromosom diploid.
2. Penentuan jenis kelamin bakal individu baru, tergantung dari kromosom
X atau Y yang dikandung sperma yang membuahi ovum tersebut.
3. Permulaan pembelahan dan stadium – stadium pembentukan dan
perkembangan embrio (embriogenesis)

PEMBELAHAN
Zigot mulai menjalani pembelahan awal mitosis sampai beberapa kali. Sel–sel yang dihasilkan dari setiap pembelahan berukuran lebih kecil dari ukuran induknya yang disebut blastomer.
Sesudah 3 – 4 kali pembelahan : zigot memasuki tingkat 16 sel, disebut
stadium morula (kira – kira pada hari ke 3 sampai ke 4 pasca fertilisasi).

Morula terdiri dari inner cell mass (kumpulan sel – sel di sebelah dalam, yang akan tumbuh menjadi jaringan – jaringan embrio sampai janin) dan outer cell mass (lapisan sel di sebelah luar, yang akan tumbuh menjadi trofoblast sampai plasenta).

Kira – kira pada hari ke 5 sampai ke 6, di rongga sela – sela inner cell mass merembes cairan menembus zona pelusida, membentuk ruang antar sel. Ruang antar sel ini kemudian bersatu dan memenuhi sebagian besar massa zigot membentuk rongga blastokista. Inner cell mass tetap berkumpul di salah satu sisi, tetap berbatasan dengan lapisan sel luar.
Pada stadium ini disebut embrioblas dan outer cell mass disebut
trofoblas.

NIDASI
Nidasi atau implantasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi
ke dalam endometrium.

Pada akhir minggu pertama ( hari ke 5 sampai ke 7 ) zygot mencapai cavum uteri. Pada saat itu uterus sedang berada dalam fase sekresi lendir dibawah pengaruh progesteron dari korpus luteum yang masih aktif. Sehingga lapisan endometrium dinding rahim menjadi kaya pembuluh darah dan banyak muara kelenjar selaput lendir rahim yang terbuka dan aktif.

Kontak antara zigot stadium blastokista dengan dinding rahim pada keadaan tersebut akan mencetuskan berbagai reaksi seluler, sehingga sel – sel trofoblast zigot tersebut akan menempel dan mengadakan infiltrasi pada lapisan epitel endometrium uterus ( terjadi nidasi ).

Setelah nidasi, sel– sel trofoblas yang tertanam di dalam endometrium terus berkembang membentuk jaringan bersama dengan sistem pembuluh darah maternal untuk menjadi plasenta, yang kemudian berfungsi sebagai sumber nutrisi dan oksigenasi bagi jaringan embrioblas yang akan tumbuh menjadi janin.
Di bawah ini terdapat gambar proses perkembangan dan perjalanan ovum
dari ovarium sampai kavum uteri dan terjadi nidasi
PERKEMBANGAN DAN PERJALANAN OVUM

Keterangan :
A
: Oosit tidak bersegmen
B
: Fertilisasi
C
: Terbentuk pro-nuklei
D
: Pembelahan kumparan pertama
E
: Stadium 2 sel
F
: Stadium 4 sel
G
: Stadium 8 sel
H

: Morula
I & J : Pembentukan blastokista
K
: Zona pelusida menghilang, nidasi terjadi
3. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN HASIL KONSEPSI
JANIN

Kehamilan berlangsung selama kira-kira 10 bulan lunar atau 9 bulan kalender
atau 40 minggu atau 280 hari, dihitung dari hari pertama haid yang terakhir.
Bila dihitung dari konsepsi 266 hari atau 38 minggu.
Perkembangan intrauterin dibagi dalam 3 tahap :

Ovum : sejak konsepsi sampai hari ke-14 (terjadi replikasi seluler, pembentukan blastosis, perkembangan awal selaput embrio lapisan germinal primer.

Embrio : berlangsung dari hari ke-15 sampai 8 minggu setelah konsepsi atau sampai ukuran embrio sekitar 3 cm dari puncak kepala ke bokong.

Tahap ini merupakan masa yang paling kritis dalam perkembangan sistem organ dan penampilan luar utama janin, sangat rentan terhadap malformasi akibat teratogen.
o
Minggu ke-4
Dari diskus embrionik, bagian pertama muncul yang
kemudian akan menjadi tulang belakang, otak dan saraF
tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah dan saluran
pencernaan terbentuk.
Badan tampak membentuk huruf C. Ukuran puncak kepala-
bokong 0,4 – 0,5 cm. Berat 0,4 gr.
o
Minggu ke-8

Perkembangan cepat. Badan mulai terbentuk. Hidung rata, mata jauh terpisah, jari-jari sudah terbentuk, kepala mulai terangkat, ekor hampir hilang, mata,telinga dan mulut dapat dikenali.
Ukuran 2,5 cm – 3 cm, berat 2 gram
Jantung mulai memompa darah. Vili usus berkembang, usus
halus menggulung dalam tali pusat, hati sangat besar.

Janin
o
Minggu ke-12

Embrio menjadi janin. Kuku terbentuk, lebih menyerupai manusia, kepala tegak tetapi besarnya tidak sebanding, kulit merah muda, lembut.
Ukuran 6-9 cm, berat 19 gram.

Denyut jantung dapat terlihat dengan ultrasound. Diperkirakan lebih berbentuk manusia karena tumbuh dan berkembang. Gerakan pertama dimulai selama minggu ke- 12. jenis kelamin dapat diketahui. Ginjal memproduksi urine.
o
Minggu ke-16

Kepala masih dominan, wajah menyerupai manusia, mata, telinga dan hidung menyerupai bentuk yang sebenarnya, perbandingan lengan-kaki sesuai, muncul rambut kepala.
Ukuran 11,5- 13,5 cm, berat 100 gram
Sistem muskuloskeletal sudah matang, sistem syaraf mulai melaksanakan kontrol. Pembuluh darah berkembang dengan cepat. Tangan janin dapat menggenggam. Kaki menendang dengan aktif. Semua organ mulai matang dan tumbuh. Berat janin sekitar 0,2 kg. Denyut jantung janin dapat didengar dengan Doppler. Pankreas memproduksi insulin
o
Minggu ke-20
Verniks kaseosa muncul, lanugo muncul, tungkai sangat
bertambah panjang, mulai terlihat kelenjar sabasea.
Ukuran 16-18,5 cm, berat 300 gram.

Verniks melindungi tubuh. Lanugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada kulit. Alis, bulu mata dan ranbut terbentuk. Janin mengembangkan jadwal yang teratur untuk tidur, menelan dan menendang.
o
Minggu ke-24

Tubuh menjadi langsing tetapi dengan perbandingan yang sesuai, kulit menjadi merah dan keriput, terdapat verniks kaseosa, pembentukan kelenjar keringat.
Ukuran 23 cm, berat 600 gram.
Kerangka
berkembang
dengan
cepat
karena
sel
pembentukan
tulang
meningkatkan
aktifitasnya.
Perkembangan pernafasan dimulai. Berat janin 0,7 – 0,8 kg.
o
Minggu ke-28
Badan langsing, keriput berkurang dan berwarna merah,
terbentuk kuku.
Ukuran 27 cm, berat 1100 gram.
Janin dapat bernafas, menelan dan mengatur suhu.
Surfaktan terbentuk di dalam paru-paru. Mata janin mulaI
membuka dan menutup. Ukuran janin 2/3 ukuran pada saat
lahir.
o
Minggu ke-32
Lemak sub kutan mulai terkumpul, tampak lebih bulat, kulit
merah muda dan licin, mengambil posisi persalinan.
Ukuran 32 cm, berat 2100 gram.

Simpanan lemak coklat berkembang di bawah kulit untuk persiapan pemisahan bayi setelah lahir. Bayi tumbuh 38-43 cm. Mulai menyimpan zat besi, kalsium dan fosfor.
o
Minggu ke-36
Kulit merah muda, tubuh bulat, lanugo menghilang di
seluruh tubuh, tubuh biasanya gemuk.
Ukuran 35 cm, berat 2200 – 2900 gram

Seluruh uterus terisi oleh bayi sehingga ia tidak bisa bergerak/berputar banyak. Antibodi ibu di transfer ke bayi. Hal ini akan memberikan kekebalan untuk 6 bulan pertama sampai sistem kekebalan bayi bekerja sendiri.
o
Minggu ke-40

Kulit halus dan berwarna merah muda, verniks kaseosa sedikit, rambut sedang atau banyak, lanugo hanya padabahu dan tubuk bagian atas, tampak tulang rawan hidung dan cuping hidung.
Ukuran 40 cm, berat 3200 gram atau lebih.

Gerakan aktif, tonus baik, dapat mengangkat kepala., testis ada dalam skrotum pada laki-laki, labia mayora berkembang baik pada wanita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: